Ian MacKaye
Ian Thomas Garner MacKaye lahir pada 16 April 1962, adalah seorang musisi yang aktif di band Minor Threat, Fugazi, dll dan juga pendiri Dischord Records bersama temannya Jeff Nelson.
"If you wanted to rebel against society, don't dull the blade."

Ian lahir dan besar di Washington DC, pada umur 11 tahun Ian mulai berteman dengan Henry Rollins. Sekitar akhir tahun 1978, Ian pergi menonton Bad Brains, yang membuatnya tertarik pada scene punk.
Minor Threat
Minor Threat berdiri pada tahun 1980 dimana Ian menjadi penyanyi utama serta penulis lirik, lagu-lagu mereka yang berjudul Out Of Step, Seeing Red, Small Man Big Mouth adalah yang membuat saya jatuh hati kepada mereka, bukan hanya dari sisi bebunyian yang dihasilkan, tapi dari lirik yang Ian tulis, mereka tulis, seperti:
"We're not the first, I hope we're not the last"
"I'm a person just like you But I've got better things to do"
Adalah yang membuat saya tertarik kepada Ian, mendengarkan lagunya membuat saya berfikir.. Siapa dia? Apa yang dia pikirkan? Kenapa dia berfikir seperti itu? Apa yang coba dia sampaikan?
Tentunya pertanyaan-pertanyaan itu tidak hanya sekedar lewat, bermodalkan paket internet (and thanks to god we have google) saya terus mencari, mensearching jawabannya.
Ian adalah orang yang unik, ia menolak penggunaan alkohol, rokok dan 'drugs' sejak masa remajanya karena ia melihat banyak efek negatif dari hal-hal itu yang terjadi kepada temannya dan anggota keluarganya (menarik bagi saya, mengingat dia tinggal di Amerika), ia juga benci rasisme (dengar Guilty Of Being White nya Minor Threat), dan benci kekerasan.
"There are many things that people do happily that I can't imagine why they would do it... But I have to say that even though I am critical or judgmental of society at large, I'm not critical of people individually. We are who we are."
Ketika menonton band Minutemen pada tahun 1984, seorang penonton memukul wajah adiknya (Alec MacKaye), lalu Alec membalas pukulan itu. Kemudian Ian menyadari kekerasan adalah hal yang bodoh, dan ia melihat perannya didalam kebodohan itu, Ian MacKaye mengaku bahwa tidak lama setelah kejadian itu ia memutuskan untuk meninggalkan scene hardcore.
Kekerasan seperti menjadi musuhnya, ketika di Fugazi, Ian sering menghentikan lagu dipenampilannya ketika ada penonton yang melakukan kekerasan atau sekedar stagediving karena dinilainya bisa mencederai orang lain, bahkan jika penonton terus melakukan hal -hal seperti itu, Fugazi akan berhenti bermain, dan turun dari panggung. Sedangkan biaya yang sudah dibayar oleh penonton akan dikembalikan dan konser usai. Hal seperti ini juga baru-baru ini dilakukan Joyce Manor dipenampilan mereka ketika ada yang melakukan stagediving, tingkah Joyce manor ini banyak mendapat respon negatif serta dukungan, seperti dukungan oleh Jeremy Bolm (vokalis Touche Amore) melalui akun twitternya. Ah kok ini malah belok ke cerita lain..
Balik lagi ke Fugazi, bukan hanya hal-hal diatas, Fugazi juga menolak bermain di sebuah acara jika harga tiketnya mereka anggap dijual terlalu mahal, hal ini sejalan lurus dengan pikiran Ian MacKaye bahwa musik adalah hal serius yang tidak ingin dijualnya. Fugazi sendiri mengaku sudah menolak tampil di sekitar 50 acara karena harga tiket.
Dischord Records
Pada musim panas di tahun 1980 bandnya Teen Idles memutuskan untuk bubar, band nya ini meninggalkan uang yang dihasilkan dari 35 konser mereka sebanyak $600. Ketimbang membagi uang ini, mereka memilih untuk membuat record label. Sudah jelas dari awal bahwa tidak ada record label yang tertarik untuk menarik Teen Idles, apalagi setelah mereka bubar dan bukan lagi sebuah band, jadi mereka memutuskan untuk membuat record label sendiri (Do It Yourself). Akhirnya, pada Desember 1980, mereka merelease EP the Teen Idles Minor Disturbance", ini adalah rilisan pertama Dischord Records.
"We took a sleeve of another single, carefully peeled it open, pulled the glue apart, and unfolded the flaps to see how the sleeve had been constructed. We did a sketch, and then laid out our art in that. We asked print copies of this 11- by 17-inch piece of paper. We got stack of these things, took scissors and glue, cut out the shapes, folded and glues them individually: 10,000 singles by hand.."
Dischord Records memproduksi sendiri sekitar 10.000 rilisan Teen Idles dengan tangan, dan menjualnya dengan harga awal produksi. Dengan hal ini tentu saja Dischord records sangat menjalankan prinsip DIY mereka.
Dan itulah Ian, banyak hal yang dapat saya pelajari dari dia. Semua tulisan ini saya ambil dan tulis dari biografi dan interview-interview yang dapat dibaca bebas di Internet..
Oh iya, nih ada interview menarik tentang filosofi dan gaya hidupnya yang kini dijadikan sebuah movement
oleh orang-orang: http://www.satyamag.com/aug06/mackaye.html
Sekian dulu tulisan ini, maafkeun bila ada salah dan ada tulisan yang bertentangan dengan pikiran kalian, dan terimakasih sudah membaca hehe
Bye


No comments:
Post a Comment